Apa itu kesusahan?

Apa itu kesusahan? ialah a breakdown of stability

KARANGAN PANDANG

raz

8/10/20263 min read

Apa itu kesusahan?

Mencari metode bertahan dalam kesusahan adalah perkara pertama. Perkara ke dua adalah menjadikan kesusahan sebagai kesadaran tentang guncangnya tatanan lama, kenyamanan masa lalu. Tahapan ketiga adalah konsolidasi diri.

i) stabilitas yang terganggu

Ketika tatanan lama (status quo) terganggu secara repetitif, memperlihatkan suatu gejala keretakan struktur yang tidak lagi mampu menopang dinamika hari ini. Destabilitas pun terjadi pada tataran lain pada kesusahan yang ada, yakni ada pergeseran untuk membuka celah pada utopia, kesadaran untuk menjadi kreatif-imaginatif.

Disebabkan ketiadaan stabilitas itulah terjadi perkembangan pada tahapan selanjutnya, mencari kondisi prediktif, keamanan. Namun, sebagaimana kita memahami, tidak akan ada keamanan kalau masih ada pertahanan yang lemah.

‘When a certain order is destabilized the hitherto binding values are undermined, utopia enters on the scene as the vanguard (anticipation, experiment, ideal) of the new order and the new values. This is, in a nutshell, the model situation, but it is obvious that the hiatus between the utopia and the new order is usually considerable (Rydzewski 1993, pp. 92–93).”

ii) Peran Derita sebagai jembatan kesusahan menuju stabilitas

Pencarian menuju stabilitas adalah perkara terkait kesusahan. Berbanding lurus dengan penderitaan, “suffering are not merely acceptable but are essential.(Amy Coplan, 2021)” itu adalah konsekuensi logis. Dimana letak sensasi yang dirasakan ketika berhasil, dan ekspektasi untuk merasakan kemenangan di awal, absen pada realita.

Dalam ungkapan Ibrahim Cizmo pasca Perang Dunia 2 pada pusat Bosnia, berumur 70 tahun lewat surat kabar bulan Desember 1994:

“the land was destroyed. It took a lot of hard work to bring this place back to normal. But no one minded. We worked together. There was no ethnic cleansing. Now, the homes are destroyed, but no one is willing to help each other, because we fought against each other."

Melewati kondisi kesusahan yang sama, kesaksian lain melalui Stanko Milovac pada investigasi yang sama:

“Stanko Milovac spends most of his days walking about town, stopping to visit with the friends that he meets on the street. On days when the town is being shelled, he and his wife Ruzica sit in the basement of their apartment building with other pensioners who live in their small complex. For Stanko, surviving in the basement is one of the greatest difficulties he endures.”

Tidak ada yang benar-benar memahami kesulitan, secara pribadi sampai terjadi jembatan menuju perampasan keamanan dan kenyamanan pada waktu yang tidak disangka-sangka.

iii) Konsolidasi Diri pada permulaan

Butuhnya pengalaman sebagai pintu kearifan adalah langkah permulaan untuk mengonsolidasi semua kesadaran dan penyangkalan kenyataan di awal sebagai asas pertahanan diri melewati waktu-waktu sulit (John Ozolin, 2003). Apakah ini menjadikan derita dan waktu susah itu tanpa memberikan manfaat (useless pain)?

“What conscientious people want, given that they know they have acted wrongly and know that it is appropriate to feel badly about acting wrongly, is to be the kind of people who have unpleasant experiences when they have acted wrongly.” (Heather Battaly, 2021)

Merupakan pertanda adanya pengembangan dalam mengakses nilai baru melalui penderitaan (Development of Virtue). Kebajikan yang didapat melalui derita, memudahkan proses evaluatif terhadap pengalaman kesusahan (affective-experience), berbuah pada penambahan kebijaksanaan dalam relasi sesama pada waktu-waktu susah.

iv) Sejauh apa kesusahan hari ini membantu kita untuk tumbuh?

Sebagai pembacaan, marilah meninjau kesilapan yang terjadi di lampau, mengenai cara-cara kita terkait metode memahami realitas hari ini, terbilang kesulitan dan kesusahan tiada menemu jarak untuk beralih pada keamanan umum di waktu dekat.

Apatah lagi kita mencoba menyangkal kemudahan hari kemarin dapat terjadi oleh sebab kondisi lingkungan, bangsa atau negara, yang mampu memberikan keamanan bagi kita sebagai warga adalah kebohongan belaka. Yang dimana, hari ini terlingkung di kenyataan kita bahwa lalu lintas derita yang kita lihat hari-hari adalah perkara tertutup tentang kita yang tak tumbuh di waktu susah.

Mari kita bertanya, bukan pada sejauh mana derita itu membuat kita bertumbuh dalam aspek kebijaksanaan, tetapi sejauh apa kita mampu menciptakan stabilitas sendiri walau melihat kesusahan itu di depan mata.

Contact

Contact us on IG

© 2025. All rights reserved.