Informasi
Informasi masih cekik leher sendiri
Riyasi
3/1/20261 min read


Unsur terpenting dari Demokrasi adalah manusia itu sendiri. Bilamana dalam Demokrasi setiap suara punya arti, maka informasi yang didapat setiap individu supaya dapat bersuara lebih baik tak boleh terlewat dari pembahasan.
Semenjak umat manusia berhasil bertahan melawan wabah COVID-19, dunia berubah 180 derajat. Peradaban berlanjut menuju era New Normal, ditandai dengan informasi membludak melalui internet dan tanpa ada batasan negara maupun waktu.
Dalam era ini manusia sungguh beruntung dengan informasi selayaknya udara yang bebas dihirup. Sialnya, tidak semua udara bersih, kadang tercemar polusi, terkadang juga membawa virus.
Di antaranya ada virus; Hoax, misinformasi, disinformasi, dan lain-lain. Racun-racun ini berbahaya untuk kehidupan manusia, bukan karena mereka membunuh perlahan atau melumpuhkan, tapi karena mereka dapat menghancurkan peradaban.
Bayangkan, jika dalam sebuah negara pemerintahnya bertindak atas dasar disinformasi dengan data tidak jelas, rakyatnya tak bisa tenang karena dibanjiri Hoax yang selalu memancing amarah, dan intelektualnya selalu ketinggalan informasi. Apa tidak hancur negaranya?
Keputusan baik harus ditunjang dengan informasi yang sehat. Ibarat badan sehat butuh gizi seimbang dan vitamin. Untuk mengkonsumsi informasi secara sehat bisa dimulai dengan self-filtering, memverifikasi dan mempertanyakan keaslian dari tiap informasi. Lalu jangan lupakan juga untuk selalu mendukung para pejuang informasi yaitu Jurnalis dan periset. Dukung mereka dengan berlangganan koran dan jurnal. Bantuan finansial sangat membantu mereka memberikan masyarakat informasi yang sehat dan bergizi.
