Jas Merah
Ingatlah Masa Lalu dari Soekarno
Riyasi
3/1/20261 min read


Setelah berakhirnya masa Reformasi Indonesia, bangsa ini menuju era baru. Sayangnya era baru ini tidak menunjukkan kemajuan negara ini, malah mencerminkan kehancuran dan kehilangan arah.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya" Kira-kira begitu kata Sukarno dalam pidatonya sebelum akhirnya lengser. Baginya sejarah itu penting, dan ia ingin semua rakyat tahu akan hal itu.
"Mengingat masa lalu tidaklah buang waktu, ini adalah sebuah refleksi. Masa lalu bukan hanya bisa dikenang atau diromantisir. Masa lalu bisa menjadi pelajaran berharga untuk melihat masa depan (tergantung dari apa yang dipelajari).
Bangsa ini sungguh tidak belajar, terus mengulangi kesalahan yang sama. Rakyat tetap tunduk dan penguasa tetap berlaku tak patut. Semuanya demi kedamaian dan kestabilan, yang semu.
Maka dari itu hendak kita belajar dari sejarah kita sendiri gar tak tersesat seperti bangasa ini. Memahami diri sendiri dari masa lalu merupakan salah satu metode ampuh untuk mengenal diri. “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” Sukarno juga pernah bilang begitu.
