Menumbuhkan Respon Taktis dalam Kondisi Susah

Menumbuhkan Respon Taktis dalam Kondisi Susah, Beberapa petuah di masa lalu sering dipertanyakan relevansi konteks yang melekat kepadanya. Namun, tidak semua hal itu selalu butuh konteks, seringkali ada landasan sikap yang mesti dianalisis dari sekedar keinginan untuk tidak merubah keadaan dengan l

KARANGAN PANDANGWEEKLY CIVIC SYMPOSIUM

Raz

8/19/20262 min read

Menumbuhkan Respon Taktis dalam Kondisi Susah

Memang beberapa konteks hidup seorang tidak lepas dari kondisi hidup yang jauh dari ideal:

Sing prihatin bakhal mimpin

Beberapa petuah di masa lalu sering dipertanyakan relevansi konteks yang melekat kepadanya. Namun, tidak semua hal itu selalu butuh konteks, seringkali ada landasan sikap yang mesti dianalisis dari sekedar keinginan untuk tidak merubah keadaan dengan lekas diam dan waktu terlewat begitu saja, seperti kesempatan dan penyesalan seorang sesaat tiada mengambil dan bertindak meraihnya. Sebab inilah, relasi kuasa atas konteks dan petuah, "berdiri tegak sama tinggi." menemukan efektivitasnya.

Memang betul, siapa yang tidak kesepahaman dengan penderitaan di tengah permainan hidup? Acapkali, melihat menterengnya kehidupan orang lain seakan kesempatan untuk memainkan peran diri sendiri menguap dari siraman tanah diri seorang.

Lupakah?

Pemaksaan suatu kehendak orang lain terhadap manusia sebelah, tidak dapat tidak menciptakan reaksi, resistensi. Namun, ini tentang sikap dan efektivitas respon seorang terhadap keadaan dan kondisi seorang untuk bersikap untuk memaksa kemauan dirinya lebih dalam. Contohnya, gandhi, soekarno-hatta, atau ayah-ibu; bukan karena kesiapan atas konteks hidup, lebih tepatnya adalah sikap merespon lebih taktis daripada pilihan-pilihan yang tersedia, lebih dari sekadar memilih bertaraf opportunity cost. Bukan pula lebih canggih dengan start with why atau the power of kepepet, dunia tidak butuh lebih banyak lagi motivasi, dunia butuh efektivitas merespon ketidakpastian dengan ketegakan kepribadian daripada mendengar wicara perwakilan.

Terlalu banyak masalah, terlalu sedikit yang menanggung.

Homer Simpson, dari The Simpsons, sebodoh-bodohnya, ia memikul beban keluarga. Memulai dengan permasalahan sebagai pendahulu pelaksana, dengan tanpa perlu tahu kenapa dan bagaimananya.

Tenaga muda itu amat berharga bagi masyarakat kita sekarang, tapi dialirkan dalam saluran yang tertentu dan teratur, jangan dibiarkan memancar ke sana ke mari, merompat parit dan pematang (Natsir, pedoman masyarakat, jan 1940)

Dunia dalam pandangan seorang muda diatur efektifitasnya berdasarkan fokus tepat-guna. Sesuatu tanpa pendalaman mengalami pengaburan, pendangkalan. Di mana hari ini ini letak kesulitan itu perlu waktu untuk menemukan muaranya, implikasi pada tiap-tiap keputusan yang mempengaruhi 3-5 tahun ke depan.

العَاقِلُ يَنْظُرُ فِي الْعَوَاقِبِ

(Orang yang berakal mempertimbangkan akibat-akibat)

Pembagian pekerjaan tidak lagi dipandang inkremental, perlu perluasan. Perlu konsentrasi pada energy storing. Artinya, beberapa hal di kondisi susah menyangkut siasat untuk menabung tenaga, pikiran, bahkan sumberdaya, bersamaan untuk mempertahankan daya serap dan pemasukan. Terlebih, dapat memperlebar sumber-sumber penabungan lain.

Sebab, semenjak konsentrasi keberlimpahan hanya pada segelintir orang saja, yang perlu ditinjau ialah penimbunan sumberdaya pada mereka, bukan pada seorang yang tidak punya, ini persoalan keadilan sosial. Sebab yang sama, urgensi tidak benar-benar relevan tentang pada konteks yang melekat kepada seorang. melainkan, ketepatan sikap orang itu terhadap kondisi sulit atau tidaknya, serta konsekuensi perilaku inheren sebagai muara pertama tindakan.

Raz is a Publisher —Premature Authoring Hub.

Contact

Contact us on IG

© 2025. All rights reserved.