Penyeragaman
Lihatlah seragam hari ini
Riyasi
12/8/20251 min read


Penyeragaman
Konon katanya nasi bukanlah makanan pokok asli Indonesia, kebudayaan makan nasi terbentuk karena kebijakan politik pangan di era Orde Baru. Kala itu pemerintah ingin mengatur pasokan pangan supaya mudah dikelola. Tak pikir panjang seragamkan saja semuanya. Alhasil nasi jadi mainstream seperti sekarang.
Namun penyeragaman tidak sepenuhnya baik, selama proses penyeragaman pangan, banyak sumber pangan lokal yang berkurang. Paling terkenal Sagu. Sagu merupakan pangan pokok yang dulu menjadi makanan pokok di NTT. Lalu ada juga jagung yang dulu lebih sering ditemui di Jawa.
Sebenarnya masih banyak lagi, tapi masalah terbesar dari keseragaman pangan ini adalah “ketergantungan”. Bila beras sedang sedikit, rakyat kelaparan, negara harus mengutang untuk impor. Bila beras berlimpah tapi susah didistribusikan, rakyat kelaparan. Lebih parah lagi, sebagian orang bisa “menumpuk” beras dan menjualnya dengan harga tinggi, rakyat kelaparan.
Andai Orde Baru lebih percaya kepada rakyatnya, bisa jadi Indonesia tidak terlalu tergantung dengan beras. Sumber pangan lokal akan menjadi pengganti bila mana sumber pangan lain sedang krisis.
Penyeragaman tidak hanya terjadi dalam urusan pangan atau nasional, kadang kita juga melakukan penyeragaman dalam memandang sesuatu. Berharap setiap hal bisa kita baca polanya dengan satu rumus. Padahal setiap orang punya cerita, setiap benda punya sejarah, dan menyikapi perbedaan lebih bijak daripada menyamakan yang berbeda.
