Seruan Larijani kepada dunia Islam: di pihak mana Anda berdiri?
Warta terkini isu regional
WARTA SINIAR HARIAN
3/17/20261 min read


Seruan Larijani kepada dunia Islam: di pihak mana Anda berdiri?
Pembaruan terakhir: 16 Maret 2026 – 20.31
Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, menyampaikan pesan kepada umat Islam di berbagai belahan dunia serta kepada pemerintah negara-negara Islam. Ia menyerukan agar mereka meninjau kembali posisi mereka dalam konfrontasi yang sedang berlangsung, seraya bertanya: di pihak mana Anda berdiri?
Larijani menegaskan bahwa Iran telah menjadi sasaran agresi Amerika–Israel yang menipu, yang dilancarkan di tengah proses negosiasi dengan tujuan melemahkan negara. Ia menyatakan bahwa serangan tersebut telah menewaskan sejumlah pemimpin militer dan sipil, termasuk tokoh-tokoh penting Revolusi Islam, dan bahwa para penyerang menghadapi perlawanan nasional dan Islam yang kokoh dari rakyat Iran.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar negara Islam—kecuali dalam beberapa kasus terbatas dan sebatas sikap politik—tidak berdiri di sisi rakyat Iran. Menurutnya, Iran dengan kehendak yang kuat berhasil menahan agresi tersebut hingga pihak penyerang kini terjebak dalam kebuntuan strategis.
Larijani menegaskan bahwa Iran akan terus menempuh jalan perlawanan terhadap apa yang ia sebut sebagai “setan besar” dan “setan kecil”, merujuk pada Amerika Serikat dan Israel. Ia mempertanyakan apakah sikap sebagian pemerintah Islam sejalan dengan hadis Nabi:
“Barang siapa mendengar seseorang berseru ‘wahai kaum Muslimin’ lalu tidak menjawabnya, maka ia bukan bagian dari kaum Muslimin.”
Ia juga menyinggung bahwa sejumlah negara melangkah lebih jauh dengan menganggap Iran sebagai musuh, hanya karena Iran menargetkan pangkalan serta kepentingan Amerika dan Israel yang berada di wilayah mereka.
Larijani mempertanyakan apakah Iran diharapkan tetap diam sementara pangkalan Amerika di negara-negara tersebut digunakan untuk menyerangnya, dan menegaskan bahwa alasan semacam itu tidak lebih dari dalih yang rapuh.
Ia menjelaskan bahwa konfrontasi saat ini berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel di satu sisi, serta Iran dan kekuatan perlawanan di sisi lain, seraya menyerukan kepada negara-negara Islam untuk memikirkan masa depan dunia Islam. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak dapat dipercaya dan bahwa Israel merupakan musuh bagi negara-negara Islam.
Di akhir pesannya, Larijani menegaskan bahwa Iran tidak berupaya mendominasi negara-negara Islam, melainkan menyampaikan nasihat. Ia menekankan bahwa persatuan umat Islam—jika terwujud dengan kuat—mampu menjamin keamanan, kemajuan, dan kemandirian seluruh negara Islam.
