Wafatnya Dr. John Esposito: Warisan Akademik dan Kontribusinya bagi Studi Islam
Mengenang Dr. John Esposito, cendekiawan terkemuka yang memperkenalkan Islam secara objektif dan membangun dialog lintas agama selama puluhan tahun. suatu kontribusi bagi studi islam.
KARANGAN PANDANG
7/22/20263 min read


Wafatnya Dr. John Esposito
Oleh Fathi Malkawi
Saya mendapat kabar pagi ini bahwa Dr. John Esposito telah wafat kemarin setelah mengalami komplikasi pascaoperasi jantung. Saya tidak ragu untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat dan ampunan kepadanya.
Saya mengenalnya secara dekat selama sepuluh tahun ketika bekerja di International Institute of Islamic Thought (IIIT) di Washington. Ia merupakan salah satu profesor di universitas-universitas Amerika yang paling aktif bekerja sama dengan lembaga tersebut. John Esposito sering menceritakan bahwa dirinya adalah mahasiswa pertama yang berhasil menyelesaikan program doktor dalam kajian agama dengan spesialisasi Studi Islam di bawah bimbingan almarhum Syahid Ismail Raji al-Faruqi di Temple University, Pennsylvania, pada tahun 1974. Saya dapat bersaksi bahwa sepanjang hidupnya ia tetap setia kepada gurunya dan menjadi salah satu contoh paling nyata keberhasilan al-Faruqi dalam membangun serta mengembangkan nilai akademik program tersebut.
Ia juga termasuk di antara sedikit cendekiawan Kristen yang dengan berani menghadapi gelombang kampanye keras terhadap Islam dan umat Islam setelah peristiwa 11 September. Selama hampir setengah abad, ia mendedikasikan dirinya untuk memperkenalkan Islam yang autentik melalui buku, artikel, dan kuliah-kuliahnya. Ia memainkan peran penting dalam membongkar fenomena Islamofobia, mengoreksi berbagai stereotip tentang Islam, serta mendorong dialog antaragama yang lebih rasional dan konstruktif.
Patut pula dicatat kontribusinya dalam memperkenalkan Islam secara objektif kepada pembaca Barat yang bukan berasal dari kalangan spesialis. Karya-karyanya dikenal karena ketelitian ilmiah, bahasa yang mudah dipahami, dan sikap adil dalam menjelaskan ajaran Islam. Melalui pendekatan tersebut, ia berhasil membantu membangun pemahaman yang lebih seimbang tentang Islam di kalangan pembaca umum, mahasiswa, akademisi, hingga para pengambil kebijakan di Barat. Hal itu menjadikan John Esposito sebagai salah satu suara akademik paling berpengaruh pada era kontemporer dalam memperkenalkan Islam sekaligus meluruskan berbagai kesalahpahaman yang melekat padanya.
Di antara sekian banyak karya ilmiahnya, saya cukup menyebut tiga buku yang paling menonjol.
Pertama, Islam: The Straight Path (Islam: Jalan yang Lurus), yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1988. Buku ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan digunakan sebagai buku ajar di ratusan mata kuliah di berbagai universitas. Isinya menyajikan pembahasan yang seimbang mengenai asal-usul Islam, akidah, ibadah, sejarah, serta perkembangan kontemporernya, dengan perhatian khusus untuk mengoreksi stereotip yang berkembang di Barat.
Kedua, Islam: What Everyone Needs to Know (Islam: Apa yang Perlu Diketahui Semua Orang), diterbitkan pada tahun 2002 dan kemudian dicetak ulang beberapa kali dengan revisi dan perluasan isi. Disusun dalam format tanya jawab, buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling banyak muncul mengenai Islam setelah tragedi 11 September. Buku tersebut berhasil memadukan ketelitian akademik dengan penyajian yang mudah dipahami, sehingga menjadi salah satu referensi paling populer bagi pembaca umum yang ingin memahami Islam.
Ketiga, Unholy War: Terror in the Name of Islam (Perang yang Tidak Suci: Teror atas Nama Islam), juga terbit pada tahun 2002. Buku ini termasuk salah satu kajian akademik paling awal mengenai fenomena terorisme pasca-11 September. Esposito secara tegas membedakan antara ajaran Islam dengan penyalahgunaan agama untuk kepentingan kekerasan politik. Karyanya memberikan kontribusi penting dalam meluruskan berbagai narasi media Barat yang mengaitkan Islam secara langsung dengan terorisme.
Kontribusi pribadi maupun kelembagaan Dr. John Esposito layak dicatat sebagai salah satu model paling menonjol mengenai pengaruh intelektual Islam di Barat. Kiprahnya tidak hanya terbatas pada penulisan buku-buku pengantar mengenai Islam, tetapi juga meluas melalui berbagai proyek akademik berskala internasional bersama Oxford University Press. Di antaranya, ia menjadi pemimpin redaksi The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World, editor The Oxford History of Islam, The Oxford Encyclopedia of the Islamic World, serta The Oxford Dictionary of Islam, selain berbagai karya penting lainnya.
Melalui berbagai upaya tersebut, John Esposito turut membangun jejaring internasional yang mempertemukan para sarjana Muslim dan non-Muslim untuk menghasilkan karya-karya rujukan yang kini menjadi referensi penting di berbagai universitas Barat.
Terlepas dari reputasi internasionalnya dan standar akademik yang sangat tinggi, ia tetap dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, ramah, dan penuh penghormatan kepada orang lain. Banyak orang yang pernah bertemu dengannya terkesan oleh kehangatan tutur katanya serta ketulusan interaksinya.
Di balik ketegasan ilmiah dan komitmennya terhadap standar akademik tertinggi, ia juga memiliki hati yang hangat dan jiwa kemanusiaan yang tulus. Kehadirannya selalu terasa dekat dengan orang-orang di sekitarnya. Ia memikat para pendengarnya melalui ketulusan perasaan, kehangatan percakapan, dan kelembutan sikapnya. Dalam percakapan akademik maupun pribadi, ia juga mempertahankan kebiasaan yang dipelajarinya dari gurunya, Ismail Raji al-Faruqi, yakni memperkaya bahasa Inggris dengan istilah-istilah Arab dan konsep-konsep Islam. Karena itu, ia senantiasa menjadi tamu yang disambut dengan hangat di berbagai lingkungan intelektual di dunia Islam.
